2025-12-23 | admin

Beginilah Caranya Agar Bisa Cium Batu Hajar Aswad di Mekkah

Batu Hajar Aswad adalah salah satu tempat paling suci bagi umat Islam di dunia. Terletak di sudut timur Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah, batu ini memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi. Mencium Hajar Aswad merupakan sunnah yang dianjurkan ketika melakukan tawaf, dan banyak jamaah haji maupun umrah yang menginginkan kesempatan ini sebagai bagian dari ibadah mereka. Meski demikian, karena jumlah pengunjung yang sangat banyak, mencium Hajar Aswad membutuhkan strategi, kesabaran, dan ketenangan agar bisa dilakukan dengan aman dan khusyuk.

Langkah pertama agar bisa mencium Batu Hajar Aswad adalah memahami posisi dan jalur yang benar. Batu Hajar Aswad berada di sisi timur Ka’bah, dan sunnahnya dicium atau disentuh pada saat memulai tawaf. Umat Islam dianjurkan untuk mengangkat tangan, membaca doa, dan mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar” ketika menyentuh atau mencium batu ini. Bagi jamaah yang tidak bisa mencium karena keramaian, mereka masih bisa memberi isyarat atau menghadap ke batu sebagai bentuk penghormatan. Memahami sunnah ini membantu jamaah tetap fokus pada tujuan spiritual, bukan hanya pada fisik mencium batu semata.

Kesabaran adalah kunci utama. Mengingat ribuan hingga puluhan ribu jamaah mengelilingi Ka’bah setiap harinya, mencium Hajar Aswad bukan hal yang mudah. Jamaah disarankan untuk berangkat lebih awal atau memilih waktu yang relatif sepi, seperti pagi hari atau setelah shalat fardu, ketika keramaian sedikit berkurang. Mengetahui jadwal shalat dan waktu ramai di Masjidil Haram dapat membantu jamaah merencanakan waktu untuk mendekati Hajar Aswad dengan lebih lancar.

Selain itu, penting untuk tetap mengikuti aturan dan arahan dari petugas Masjidil Haram. Petugas biasanya mengatur alur jamaah agar tetap tertib dan aman, terutama saat periode haji dan umrah yang padat. Mengikuti arahan ini membantu jamaah menghindari dorongan atau kerumunan berlebihan, serta memungkinkan https://nawabsindiankitchener.com/ mereka tetap fokus pada ibadah. Keselamatan fisik dan kenyamanan semua jamaah menjadi prioritas utama, sehingga disiplin dalam antrean dan jalur tawaf sangat dianjurkan.

Bagi yang ingin memastikan kesempatan mencium Hajar Aswad, posisi dan teknik dalam tawaf juga perlu diperhatikan. Jamaah dapat berjalan di sisi paling dekat dengan Ka’bah saat memulai tawaf, sambil menjaga ritme langkah yang stabil. Jika memungkinkan, menyesuaikan kecepatan langkah dengan jamaah lain membantu mencapai posisi yang tepat tanpa terseret atau kehilangan arah. Ketenangan dan konsentrasi selama tawaf sangat penting agar ibadah tetap khusyuk.

Selain teknik dan waktu, persiapan mental dan doa juga sangat membantu. Jamaah disarankan untuk mempersiapkan niat yang tulus dan membaca doa agar mendapatkan kesempatan mendekati Batu Hajar Aswad. Menguatkan niat, bersabar, dan tetap sabar dalam keramaian merupakan bagian dari ibadah itu sendiri. Terkadang jamaah harus puas dengan memberi isyarat atau menatap batu dari jarak aman, namun niat dan keikhlasan tetap bernilai tinggi di hadapan Allah.

Untuk jamaah yang tidak dapat langsung mencium Hajar Aswad, ada alternatif sunnah yang tetap sah. Mereka bisa menepuk atau menyentuh batu melalui pembatas kaca atau memberi isyarat dengan tangan, sambil membaca doa. Rasulullah SAW bersabda bahwa jika tidak memungkinkan untuk mencium, maka menghadap dan memberi isyarat sudah mencukupi. Hal ini penting agar jamaah tidak merasa kecewa dan tetap mendapatkan pahala yang sama dengan niat yang tulus.

Kebersihan dan etika juga harus diperhatikan. Jamaah dianjurkan untuk menjaga kebersihan tangan sebelum mendekati Hajar Aswad, serta bersikap sopan dan tenang di tengah keramaian. Tidak mendorong atau memaksakan diri, serta menghormati jamaah lain, membuat pengalaman mendekati batu suci lebih aman dan nyaman. Mengedepankan etika dan kesopanan juga merupakan bentuk penghormatan terhadap kesucian Masjidil Haram dan Hajar Aswad itu sendiri.

Secara keseluruhan, mencium Batu Hajar Aswad bukan sekadar tindakan fisik, melainkan bagian dari ibadah yang sarat makna spiritual. Dengan memahami posisi yang benar, mempersiapkan waktu yang tepat, mengikuti aturan petugas, menjaga kesabaran, dan memperkuat niat, jamaah dapat menjalankan sunnah ini dengan khusyuk. Meskipun tantangan keramaian sangat besar, fokus pada niat dan doa tetap menjadi inti dari ibadah ini.

Kesempatan mencium Hajar Aswad adalah pengalaman rohani yang sangat berharga. Bagi setiap jamaah, pengalaman ini menjadi momen yang membekas sepanjang hidup, memperkuat iman, dan menambah rasa takwa kepada Allah. Dengan strategi yang tepat dan kesabaran, siapa pun bisa merasakan keberkahan dari momen suci ini saat menunaikan ibadah haji maupun umrah di Mekkah.

BACA JUGA DISINI: Spiritual ke Tempat Ibadah Ikonik: Perjalanan Religi yang Menyenangkan dan Bermakna

Share: Facebook Twitter Linkedin